Wednesday, November 26, 2008

Informasi di Wikipedia Bisa Bahayakan Kesehatan

Florida - Hampir segala macam informasi bisa ditelisik di situs ensiklopedi online, Wikipedia. Namun memang tak semua topik yang tersaji di Wikipedia akurat, misalnya saja informasi mengenai obat-obatan.

Bahkan, dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Rabu (26/11/2008), mereka yang terlalu mempercayai Wikipedia sebagai panduan dalam mengkonsumsi obat, bisa terkena risiko kesehatan. Itulah yang terungkap dalam studi Dr Kevin Clauson, akademisi Nova Southeastern University, Amerika Serikat.

Software Lokal Kurangi 'Bocor' Pelabuhan


Bandung - Piranti lunak Portmap buatan Indonesia diyakini bisa membantu manajemen pelabuhan sehingga mengurangi 'kebocoran' di pelabuhan. 'Kebocoran' yang dimaksud adalah besarnya biaya yang disebabkan pengelolaan pelabuhan yang tidak efektif dan tidak efisien.

Software yang dikembangkan oleh PT Dycode Cominfotech Development ini diyakini bisa memberikan solusi terintegrasi bagi konsumen dan pengelola pelabuhan. Bahkan diharapkan piranti lunak ini bisa mengintegrasikan semua pelabuhan di Indonesia dalam satu sistem.

"Ini adalah solusi bagi manajemen pelabuhan yang terintegrasi. Harapannya Portmap akan mengintegrasikan semua pelabuhan yang ada di Indonesia. Tapi setidaknya dengan adanya Portmap, aktifitas di pelabuhan bisa semakin efektif dan efisien serta dapat langsung dikontrol," ujar President Director & CEO PT Dycode Cominfotech Development Andri Yadi, dalam peluncuran software itu di Viena Resto & Lounge, Jalan Sukajadi No 205, Bandung, Rabu (26/11/2008).

Menurut Andri, Portmap juga bersifat transparan. "Karena web-based application, maka tiap orang dapat mengendalikannya melalui SMS ataupun internet. Misalnya ada satu kapal yang mau berlabuh di Batam, ya tinggal masuk ke satu pelabuhan saja. Tidak perlu mendaftar lagi ataupun mengurus di pelabuhan yang lain. Cukup satu pelabuhan untuk semuanya," terang Andri.

Pangkas Meja

Kepala Bidang Komersil, Kantor Pelabuhan Batam, Heri Kafianto, pun mengakui Portmap bisa membantu pihak pelabuhan memangkas meja birokrasi. "Ya ada 4 meja lah yang bisa dipangkas," kata Heri.

Selama ini, tambah Heri, kekurangan dari sistem yang ada adalah harus bertemu antara konsumen dan operator. "Kalau pakai Portmap, sudah tidak ada lagi kata belum afdol kalau belum bertemu," kata Heri.

Dari sisi harga, Andri mengaku belum melakukan hitung-hitungan. "Kita belum bisa mengatakan sekarang berapa harganya. Karena kita belum mengkalkulasi," pungkas Andri.

Saat ini, Portmap telah diujicoba di Batam sejak bulan Agustus 2008. Software ini dikembangkan dari tools Microsoft seperti Microsoft.Net Framework 3.5 dan Microsoft Visual Studio 2008.

PT Dycode Cominfotech Development merupakan perusahaan lokal Bandung yang bergerak di bidang piranti lunak. Selain Portmap, Dycode juga telah beberapa kali memproduksi software untuk keperluan bisnis. Aplikasi Portmap merupakan salah satu pemenang Kompetisi iMulai.

Dikutip dari : http://www.detikinet.com

Indosat Cari Daerah Kaya Angin


Balikpapan - Indosat belakangan tengah sibuk mengembangkan base transceiver station (BTS) bertenaga alternatif. Namun sayangnya, tak semua wilayah bisa mengimplementasikan BTS ramah lingkungan ini. Salah satu syaratnya, wilayah tersebut harus kaya angin.

Dikatakan Division Head Public Relations Indosat Adita Irawati, BTS alternatif ini membutuhkan tenaga angin dan matahari untuk dioperasikan. Masalahnya, tak semua wilayah di Indonesia memiliki terpaan angin yang kencang.

Kedua sumber daya alam tersebut -- angin dan matahari -- memang digunakan secara bergantian untuk 'menghidupi' BTS alternatif ini. "Kalau untuk siang mungkin bisa menggunakan matahari, tetapi kalau malam, itu kan butuh tenaga angin," ujarnya di sela peresmian kantor regional Indosat di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (26/11/2008) petang.

Indosat sendiri, telah menargetkan bakal membangun 50 BTS alternatif di sisa tahun 2008 ini. Sebelumnya, mereka telah melakukan observasi terhadap beberapa daerah di tanah air yang berpotensi memiliki SDA angin yang berlimpah.

Daerah tersebut antara lain berada di sepanjang selatan wilayah Indonesia seperti Bali dan Lombok, serta di utara Sulawesi, Manado. Sementara wilayah Pulau Jawa dinilai tidak layak karena wilayahnya kurang terbuka.

Bersama Lembaga Elektronika Nasional (LEN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Indosat sebelumnya juga telah melakukan ujicoba BTS alternatif ini di Bali dan Lombok.

Dalam tiga bulan pengujian tersebut, penggunaan energi listrik yang bisa dihemat dikatakan bisa mencapai 80%, sedangkan emisi gas karbon CO2 yang dapat diminimalisasi mencapai 2,4 ton.

Namun memang, untuk membuat BTS ini Indosat harus merogoh koceknya lebih dalam, yakni Rp 1 miliar untuk satu BTS. "Tapi kita optimistis BTS tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, karena kita juga tak bisa terus menerus mengandalkan pasokan listrik PLN," tukas Adita.

Dikutip dari : http://www.detikinet.com

Telkomsel-XL Akhirnya Berdamai


Jakarta - Kisruh saling tuding antar operator Telkomsel dan Excelcomindo Pratama (XL) terkait pembakaran spanduk iklan milik Telkomsel di Sidikalang, Sumatera Utara akhirnya menemukan titik cerah. Kedua operator sepakat berdamai.

Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesai (BRTI) mencoba melakukan mediasi dengan memanggil kedua operator tersebut.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Koesmiharihati, anggota Komite Regulasi Telekomunikasi (KRT) BRTI. Hadir dari pihak XL Direktur Utama Excelcomindo Pratama Hasnul Suhaimi, sedangkan Telkomsel diwakili Direktur Perencanaan dan Pengembangan Syarif Syarial Ahmad.

BRTI meminta kedua pihak untuk menyampaikan penjelasan sesuai versi masing-masing. Berdasarkan laporan, terungkap bahwa kejadian konfrontatif seperti itu sudah sering terjadi di lapangan, namun langsung dapat diselesaikan oleh internal kedua belah pihak.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto, yang juga turut hadir dalam mediasi, dalam keterangan resminya, Rabu (26/11/2008) mengatakan bahwa secara keseluruhan pertemuan berlangsung lancar.

"Pertemuan berlangsung lancar, kooperatif, kritis dan terbuka untuk saling mengungkapkan keluhan satu sama lain tanpa ada nuansa emosional," ujar Gatot.

Kedua operator ini pun mencapai kata sepakat untuk menandatangani draft yang tertuang dalam 'terminologi penyelenggara telekomunikasi', yang isinya adalah sebagai berikut:

  1. BRTI dan masing-masing penyelenggara telekomunikasi merasa prihatin dengan apa yang terjadi di lapangan terhadap friksi pemasangan branding dan para pihak merasa kecewa bahwa kasus ini keluar sebelum dilaporkan ke BRTI.
  2. Masing-masing penyelenggara telekomunikasi akan melaksanakan upaya-upaya untuk meredam peristiwa yang telah terjadi.
  3. Akan dilakukan koordinasi level pimpinan penyelenggara telekomunikasi dalam penetapan etika dalam pemasangan branding. Masing-masing pimpinan penyelenggara telekomunikasi sepakat akan melakukan sosialisasi tentang etika promosi ke karyawan masing-masing dan para branding vendor.
  4. Penyelenggara telekomunikasi akan mereview kembali kontrak dengan vendor branding mengenai KPI yang ditentukan sehingga tidak menimbulkan usaha-usaha untuk melaksanakan promosi secara tidak sehat.
  5. Penyelenggara telekomunikasi akan memberi sanksi kepada karyawan dan vendor yang melaksanakan tindakan-tindakan yang melanggar etika bersama.
Dikutip dari : http://www.detikinet.com

Saturday, November 22, 2008

How Do I Know If My PC Is Infected With Spyware or Adware

By Buzz Scott

Many people that are new to the Internet world are nervous about the potential of viruses, Spyware or Adware that can harm their computer, affect performance or make their very private information public to others.

Spyware programs can do a number of damaging things to your personal computer. Spyware infects your pc and hides in the background and can do many nasty things to the performance of your system. It can also do harmful things to you such as send out your personal information, your every keystroke and photo that resides on your hard drive, watch your surfing habits and shopping habits and annoy you with annoying pop-ups filled with advertisements and even pornography.

If you are experiencing any unusual changes in your computer's performance or have any unusual new pop-ups, changes to your toolbars or new icons on your desktop, you should run a system scan to find out if you have Spyware. Products exist on the market to help you combat this problem. Be sure to install software that you know is credible. Downloading freeware can often result in further Spyware existing on your computer. Spyware, Adware and Malware companies frequently fool users into sending pop-ups telling them that there's a problem with their computer and this in fact is further spyware. These errors can open your system up to future further problems by fooling people into thinking they're downloading fixes when really further spyware is being downloaded.

Watch your system's performance and at the sign of any unusual activity, realize that you are probably infected. Do something as soon as possible to protect your privacy. These programs don't discriminate and can launch themselves when you or your family members sit in front of the computer. Pornographic pop-ups can turn up whether it's an adult or a child using the computer. Protect your pc.

Antivirus alone isn't enough to combat this problem. Spyware sneaks into your system via executable files that you don't need to do anything to launch. They can sneak in as attachments that you download or by many other means. They're harmful and annoying but you can protect your computer and your privacy with the right software. This software needs to have an auto update for spyware definitions as new spyware definitions are being added daily. So a spyware removal program is a great compliment to your existing anti-virus software.

Total Innovations, Inc. specializes in developing award winning software programs designed to solve computer users needs. The spyware removal software, http://www.emailspy.com & http://www.folderhider.com are a few of the most recent. See full details at: http://www.spyblaster.com

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Buzz_Scott

Thursday, November 20, 2008

Thanks, Google: Mozilla revenue hits $75 million

Posted by Stephen Shankland

The Mozilla Foundation pulled in $75 million in revenue in 2007, the "vast majority" of it from a search partnership with Google, the Firefox backer plans to announce Wednesday.

"Mozilla is well positioned to remain vital and effective during the current difficult economic times," according to Mozilla Chairman Mitchell Baker in a blog post about the foundation's 2007 results. The revenue includes that of both the foundation and its for-profit subsidiary, Mozilla Corp., that's focused on developing Firefox and related open-source browser technology.

The revenue increased about 12 percent from 2006, when Mozilla garnered $66.8 million in revenue. Its 2007 expenses were $33 million, a 68 percent increase over 2006. About 80 percent of that money was spent on Mozilla's 150 employees.

Mozilla Foundation Chairman

Mitchell Baker

(Credit: Mozilla)

However, the foundation also said the U.S. Internal Revenue Service is scrutinizing how the foundation treated the revenue it received from Google. Baker put it this way:

In 2005 the Mozilla Foundation established a "tax reserve fund" for a portion of the revenue the foundation received that year from Google. We did this in case the IRS decided to review the tax status of these funds. This turns out to have been beneficial, as the IRS has decided to review this issue and the Mozilla Foundation. We are early in the process and do not yet have a good feel for how long this will take or the overall scope of what will be involved.

Mozilla features Google prominently in two ways: a default start page with a Google search box, and a search bar in the upper right corner of the Firefox interface. Users can configure the search bar to use search from a variety of others, too. Baker said Yahoo and Amazon.com provided a smaller quantity of extra revenue, but Google accounted for 88 percent of the foundation's money.